Sabtu, 30 Maret 2013
Sinopsis Novel - Artemis Fowl
Penulis : Eoin Colfer
Penerbit : Gramedia, Jakarta
Tahun Terbit : Agustus 2004
Cetakan : Pertama
Tebal Buku : 336 halaman
Ukuran Buku : 13.5 x 20 cm
Artemis Fowl
Eoin Colfer
Artemis Fowl, anak dua belas tahun yang jenius. Ia mengabdikan diri pada dunia kriminal, seperti keluarganya. Ayahnya tewas saat bertransaksi dengan mafia Rusia. Kini, Artemis Fowl, mewarisi otak jahat ayahnya, berencana untuk mencuri 1 ton emas 24 karat.
Darimana dan bagaimana caranya?
Sederhana. Artemis percaya pada dongeng bahwa peri memiliki emas dan jika salah satu peri ditawan, ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Maka, petualangannya untuk mencari kebenaran tentang peri dimulai dari perburuan Buku. Buku yang dimaksud ini adalah buku yang dijadikan kitab dan dasar berbagai aturan oleh kaum peri. Artemis memasang iklan di internet untuk memudahkan pencariannya.
Laporan demi laporan datang. Kini ia sudah mengelilingi 5 benua dan tidak ada satu petunjuk pun tentang peri. Hingga akhirnya ada laporan bahwa di Ho Chi Minh City, Vietnam, ada seorang yang dapat menyembuhkan penyakit siapa saja dengan imbalan arak beras. Itu adalah ciri khas sprite, salah satu ras peri. Berharap kali ini benar, Artemis bersama pelayan setianya, Butler, berangkat ke Vietnam.
Ternyata benar, disitu ada peri yang sudah sangat tua dan kecanduan akan alkohol. Memanfaatkan keadaan peri itu, Artemis akhirnya mendapatkan Buku yang dicarinya.
Setelah Buku itu didapatkan berhari-hari ia gunakan untuk menerjemahkan Buku itu dari bahasa peri ke bahasa manusia. Dari buku itu ia belajar banyak tentang peri. Motto Artemis adalah ‘ketahui musuhmu’. Kini, ia semakin dengan dengan emas itu.
Dari buku itu, ia belajar bahwa setiap 50 tahun sekali, peri harus mengisi kembali sihirnya dengan melakukan Ritual. Ritual ini adalah menanamkan biji pohon ek tua yang ada di Tanah Lama.
Dengan analisis jeniusnya, Artemis mendaftar berbagai tempat yang mungkin merupakan Tanah Lama. Akhirnya pencarian berakhir di Irlandia. Mereka mendapati lokasi yang disambangi peri setiap bulan purnama untuk mendapatkan kembali kekuatan sihirnya. Hinggar akhirnya Artemis menangkap peri yang merupakan sejenis polisi di dunia manusia. Peri itu adalah Kapten Holly Short. Peri yang belum mengisi kembali sihirnya itu tidak berdaya saat ditangkap oleh Artemis dan Butler.
Kemudian, Artemis membawa peri itu ke kastilnya di Dublin. Dia mendapati Kapten Short menggunakan semacam pelacak berbentuk gelang. Menurut Artemis ini pertanda bagus. Akan ada peri-peri lain yang mencari Kapten Short dan ini merupakan kesempatan yang bagus untuk mengadakan negosiasi.
Berbagai cara digunakan pasukan peri untuk melepaskan Kapten Short dari penyanderaan tanpa memberikan emas 1 ton yang Artemis inginkan. Hingga cara terakhir yang tanpa pikir panjang, mereka menggunakan Troll. Troll adalah sejenis binatang buas yang sangat kuat dan tidak terkendali.
Tak diduga, rencana para peri gagal. Butler dengan menggunakan gada melumpuhkan Troll itu dengan beberapa kali pukulan. Hingga akhirnya komandan dari pasukan peri memutuskan untuk memberikan emas 1 ton sebagai tebusan untuk melepaskan Kapten Short.
Artemis mendapatkan emasnya. 1 ton emas 24 karat yang bernilai 30 juta dollar AS.

0 komentar:
Posting Komentar